Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

50 Daftar Istilah Dalam Trading Saham

daftar-istilah-dalam-trading-saham-online

Bagi anda yang baru dalam dunia saham, mungkin ada istilah-istilah yang sering anda dengar dan kurang familiar soal penggunaan dan maksud dari istilah tersebut.

Daftar istilah berikut akan membantu anda memahami bagaimana para trader dan investor memahami pergerakan pasar dan mengambil keputusan terhadap aktifitas trading dan investasi mereka.

Berikut adalah 50 istilah dalam trading saham yang wajib anda ketahui agar aktifitas trading anda semakin meningkat.

50 Daftar Istilah Dalam Trading Saham Yang Sering Dipakai

1. Buy

Merupakan istilah yang memiliki arti beli. Istilah ini seringkali dipakai pada para trader saat menyebutkan akan atau telah melakukan pembelian saham tertentu pada harga yang telah ditetapkan. Pada umumnya istilah ini diikuti dengan angka atau harga saham.

2. Buy On Weakness (BOW)

Merupakan istilah yang berarti membeli pada harga terendah (setelah koreksi). Jadi buy on weakness ini digunakan untuk memberikan istruksi atau ajakan membeli saham tertentu pada harga terendah (dekat dengan support) yang dimana pada area itu harga berpotensi mantul atau berbalik arah.

3. Buy On Breakout

Istilah ini mengacu pada kondisi harga saham yang break dar resistennya dan terkonfirmasi beli, sehingga pada kondisi ini para trader akan melakukan pembelian pada saham tersebut.

Buy On Breakout dipakai dalam kondisi uptrend, dimana pada moment tersebutlah setrategi ini dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan cuan tebel.

4. Strong Buy

Merupakan istilah yang sering digunakan para analis yang menggambarkan bahwa harga saham berpotensi menguat dalam jangka pendek, sehingga disarankan atau direkomendasikan untuk dilakukan pembelian oleh para trader.

5. Speculative Buy

Berbeda dengan strong buy, speculative buy ini mengacu pada kondisi harga saham yan gsudah berada di area support namun masih memiliki dua potensi, yakni mantul (berbalik arah) atau melanjutkan penurunannya.

Karena sifatnya speculative, maka resikonya harus dimanaje dengan sebaik mungkin, agar ketika harga saham melanjutkan penurunan, para trader telah siap dengan resiko tersebut.

6. Trading Buy

Trading buy merupakan istilah yang digunakan para analis yang menunjukkan bahwa harga saham masih memiliki peluang kenaikan namun terbatas.

Sehingga sinyal buy yang diberikan hanya memanfaatkan momentum kenaikan sesaat sebelum mencapai resisten atau target harga terdekat.

7. Sell On News

Istilah ini digunakan sebagai pertanda bahwa saat berita bagu mengenai saham tertentu keluar, maka itu adalah momen tepat untuk menjual.

Hal ini dikarenakan adanya anggapan bahwa pada momen tersebut banyak para trader yang berebutan melakukan pembelian sehingga harga akan bergerak naik tinggi dan cukup likuid, sehingga kita yang melakukan penjualan akan dengan mudah melakukan eksekusi, tanpa harus menjualnya di posisi bid.

8. Strong Sell

Adalah kondisi dimana harga saham berpeluang turun dalam jangka waktu pendek dan potensi penurunannya cukup besar, sehingga para trader disarankan untuk segera melakukan penjualan.

9. Sell On Strength

Merupakan sinyal bahwa saham telah berada di area resisten kuat dan peluang menembus level resisten tersebut mulai melemah, disisi lain harga saham sudah menunjukkan jenuh beli berdasarkan indikator-indikator teknikal.

10. Hold

Istilah ini berlaku untuk anda yang telah memilikin saham tertentu, dimana anda disaranakn untuk tidak melakukan pembelian lagi atau menjual sebagian atau keseluruhan dari saham yang telah anda miliki. Pada umumnya istilah ini mengacu pada saat harga saham masih berpotensi melanjutkan kenaikan, sehingga peluang untuk terus menambah persentase profit masih cukup terbuka lebar.

11. Wait And See

Adalah kondisi dimana anda tidak disaranakan untuk melakukan pembelian saham apapun, sampai ada daftar rekomendasi saham terbaru dari analis anda.

12. Akumulasi

Merupakan saran yang diberikan agar anda melakukan pembelian secara bertahap alias nyicil.

Pada kondisi lain, istilah ini digunakan untuk menggambarkan adanya market maker atau bandar sedang dalam tahap mengumpulkan saham pada range harga tertentu.

13. Distribusi

Adalah kondisi dimana anda disarankan untuk melakukan penjualan saham secara bertahap, tujuannya adalah agar anda mendapatkan rata-rata harga jual yang tinggi.

Disisi lain, istilah ini melekat pada market maker, dimana ketika ada istilah distribusi, maka biasanya bersandar pada momentum bahwa bandar sedang distribusi (jualan) saham.

14. Fast Trade

Fast Trade merupakan istilah yang digunakan untuk melakukan transaksi jual beli saham dalam waktu yang singkat. Pada umumnya rentang waktu fast trade ini adalah 1 hari.

Biasanya transaksi ini dilakukan beli pada saat sore hari, jula pada pagi keesokan harinya. Atau transaksi jual beli dilaksanakan pada hari yang sama.

Fast Trade sendiri ada yang mengangga sama seperti scalping, namun bedanya adalah fast trade ini hanya memanfaatkan momentum dan dilakukan tidak setiap hari.

15. Jam Kritis

Jam kritis adalah waktu perdagangan dimana volatilitas harga sangat tinggi. Pada umumnya jam kritis terjadi pada 30 menit awal perdagangan sesi I, dan 30 menit terakhir perdagangan sesi II.

16. Overvalue

Merupakan istilah yang menggambarkan valuasi sebuah harga saham telah terlalu mahal berdasarkan metode valuasi tertentu. Jadi setiap kali ada istilah overvalue, itu menandakan bahwa valuasi sebuah  harga saham terhadap funamdentalnya sudah terlalu mahal, dan tidak layak untuk diminati sementara waktu.
 

17. Overweight

Sama seperti Overvalue, hanya saja ada perbedaan yang cukup berarti, jika overvalue hanya dinilai dari valuasi terhadap harga saham emiten itu sendiri, namun jika overweight dihitung berdasarkan valuasi saham tertentu terhadap valuasi sektornya.

Bisa saja saat dihitung valuasi harga sahamnya terhadap fundamental dinilai overvalue, dan saat dibandingkan dengan saham lainnya yang satu sektor dia termasuk saham yang overweight.

18. Oversold

Oversold merupakan istilah yang melekat pada harga saham yang terus turun dan indikator-indikator teknikal sudah memberikan sinyal oversold alilas jenuh jual.

Mengapa jenuh jual? hal ini dikarenakan harga saham tidak naik-naik dan terus saja turun sehingga membuat trader putus asa yang pada akhirnya dia menjual sahamnya pada harga tersebut.

Disisi lain oversold juga dinilai bahwa power atau kekuatan jual sudah mengecil, sehingga potensi munculnya power (kekuatan) buy akan terbuka, karena sudah tidak adanya tekanan jual lagi.

Bagaimana harga saham dikatakan oversold? caranya adalah dengan menggunakan indikator teknikal modern, bisa dengan CCI, Stochastic atau indikator lainnya.

19. Overbought

Kebalikan dari oversold, overbought mengindikasikan bahwa harga sudah jenuh beli dan berpeluang harga akan turun dalam waktu dekat.

Namun yang harus anda ketahui, bahwa sinyal overbought tidak serta merta membuat harga kemudian turun, bisa saja harga saham tersebut sideways kemudian bergerak naik kembali.

Untuk itu, anda harus berhati-hati dengan sinyal overbought ini, termasuk sinyal oversold.

20. Undervalue

Kebalikan dari overvalued, undervalue menilai bahwa harga suatu saham terlalu murah berdasarkan metode valuasi tertentu.

Sehingga sangat banyak investor terutama aliran value investing yang mengincar saham-saham undervalue ini.

21. Underweight

Underweight merupakan lawan dari overweight dimana harga saham dinilai masih rendah valuasinya dibandingkan dengan valuasi sektor itu sendiri.

Sehingga saham-saham yang masuk kategori ini masih layak dijadikan tempat berinvestasi.
 

22. Stop Loss

Merupakan titik krusial dimana anda harus merelakan sejumlah kerugian untuk menyelamatkan modal anda dari bertambahnya kerugian yang semakin membesar.

Stop loss ini memiliki peranan yang sangat penting bagi seorang trader, karena kunci utama trader adalah likuiditas pada portofolionya.

23. Trailing Stop

Memiliki fungsi yang mirip dengan stop loss, trailing stop digunakan untuk mengamankan keuntungan yang telah ada. Jadi trailing stop ini digunakan saat anda sudah mencetak keuntungan namun belum direalisasikan alias floating profit.

24. Target Price

Merupakan target harga anda akan menjual saham tersebut, dan penentuan target harga pada setiap trader akan berbeda, namun bagi anda yang fokus pada teknikal, anda akan dengan mudah menentukan target harga berdasarkan beberapa metode seperti chart pattern.

25. Entry Buy

Merupakan titik entry alias beli, dimana ketika harga berada disekitar harga tersebut, maka sinyal buy telah keluar dan anda bisa mengambil keputusan untuk membeli atau membiarkan begitu saja.

26. Saham Bluechip

Adalah kumpulan saham-saham yang memiliki kualitas fundamental jempolan dan likuiditas terbaik di sektornya dan di Bursa Saham Indonesia.

27. Saham Gorengan

Adalah sekumpulan saham yang memiliki fundamenta buruk (sampah) dan tidak memiliki banyak prospek cerah pada bisnisnya kedepan, serta memiliki likuiditas yang dikendalikan oleh market maker tertentu.

Saham gorengan sendiri dapat bergerak sangat volatil, bahkan dalam satu hari ia bisa ARA dan ARB dalam waktu yang sangat cepat.

28. ARA (Auto Rejection Atas)

Merupakan batas maksimal kenaikan harga saham dalam satu hari. Batasan tersebut ditentukan berdasarkan fraksi saham, dan disaat harga berada pada level ini, ia tidak bisa lagi naik lebih tinggi karena sistem akan menolaknya secara otomatis.

29. ARB (Auto Rejection Bawah)

Sama seperti ARA, hanya saja ARB ini adalah batas bawah penurunan harga sebuah saham. Jadi ketika level ini tersentuh, maka harga saham tidak dapat turun lebih dalam algi dari harga tersebut pada hari perdagangan itu.

30. HAKA

HAKA merupakan singkatan dari Hajar Kanan yang artinya adalah seorang trader dalam melakukan pembelian tidak menggunakan opsi unutk antri di harga bid, melainkan langsung membeli sesuai pada antrian harga offer. 

Sehingga dengan HAKA ini anda sebagai seorang trader tidak perlu lagi antri untuk mendapatkan saham, namun seketika anda meneken tombol enter maka saat itu juga anda mendapatkan saham sesuai jumlah lot pembelian.

31. HAKI

HAKI atau Hajar Kiri merupakan istilah yang digunakan saat anda memiliki saham dan ingin menjualnya namun malas untuk antri atau takut harga saham turun lebih dalam lagi, maka anda bisa menjual pada harga bid, sehingga saham yang anda jual tidak harus masuk antrian terlebih dahulu, akan tetapi langsung match dan boommm.... saham anda langsung terjual saat itu juga.

32. Dividen

Merupakan laba bersih yang dibagikan kepada para pemegang saham. Laba bersih tersebut berasal dari hasil operasional perusahaan dalam setahun dan dibagikan dengan porsi yang ditentukan hasil dari RUPS.

33. Capital Gain

Merupakan keuntungan yang dihasilkan dari selisih positif antara harga beli dengan harga jual. Capital Gain merupakan keuntungan yang paling banyak dicari oleh para trader karena sifatnya yang lebih cepat didapat dibandingkan dengan dividen.
 

34. Market Kapitalisasi

Market kapitalisasi adalah jumlah total kapitalisasi sebuah perusahaan pada bursa saham. Cara menghitung kapitalisasi market sendiri adalah dengan cara mengkalikan harga saham terbaru dengan jumlah saham beredar.

Untuk anda yang belum mengetahui cara mencari jumlah saham beredar perusahaan, anda bisa membaca artikel kami di cara mencari jumlah saham beredar pada laporan keuangan.

35. Cum Date

Cum Date adalah hari terakhir perdagangan yang mana pada akhir sesi investor mana saja yang masih memegang saham ABCD, maka ia berhak mendapatkan dividen dari laba bersih perusahaan ABCD tersebut. Atau bisa juga disebut sebagai hari penentuan investor yang berhak mendapatkan dividen dari perusahaan ABCD.

Jadi bagi anda yang menginginkan mendapat dividen dari emiten ABCD tersebut, maka pada tanggal Cum Date anda jangan menjualnya baik dipasar tunai maupun di pasar reguler.

36. Ex Date

Ex Date merupakan hari berakhirnya Cum Date, dimana investor yang tidak memiliki saham ABCD tersebut pada tanggal ini maka dia tidak berhak mendapatkan dividen, begitu juga sebaliknya.

Biasanya Ex Date ini sehari setelah tanggal Cum Date.

37. Recording Date

Recording Date adalah hari atau tanggal pencatatan para investor yang berhak menerima dividen. Recording Date sendiri biasanya berada setelah Ex Date.

38. Private Equity

Merupakan perusahaan investasi yang mengelola dana para investor besar untuk diinvestasikan ke berbagai instrumen investasi, salah satunya adalah investasi saham.

39. Bandar

Bandar merupakan istilah yang dilekatkan pada para market maker atau investor besar yang memiliki dana melimpah dan mampu menggerakkan harga saham.

40. PBV

PBV atau Price Book Value merupakan metode valuasi saham yang berdasarkan pada ekuitas perusahaan per lembarnya terhadap harga saham terbaru.

Cara menghitung PBV sendiri sudah kami ulas sebelumnya pada judul cara mencari dan menghitung PBV dan BV.

41. PER

PER atau Price Earning Ratio merupakan metode valuasi yang didasarkan pada laba bersih perusahaan per lembar saham atau biasa disebut dengan EPS (Earning Per Share).

Untuk cara menghitungnya sendiri, anda bisa mencari artikelnya dengan judul cara mencari dan menghitung EPS dan PER saham.

42. Uptrend

Merupakan pola pergerakan harga saham dengan kecenderungan naik dalam jangka waktu tertentu.

43. Downtrend

Adalah pola pergerakan harga saham yang memiliki kecenderungan menurun dalam jangka waktu tertentu. Downtrend sendiri merupakan kebalikan atau lawan dari Uptrend.

44. Sideways

Adalah pola pergerakan harga saham yang tidak memiliki kecenderungan naik atau turun.

45. Fee Trading

Fee Trading adalah sejumlah biaya yang harus dikeluarkan oleh seorang investor dan trader saat dia melakukan pembelian atau penjualan saham. Nilai fee trading pada setiap sekuritas berbeda-beda sesuai dengan kebijakan internal mereka.

46. Stock Split

Stock Split adalah istilah yang menunjukkan pemecahan nilai saham. Pemecahan ini tujuan utamanya untuk meningkatkan likuiditas perdagangan saham tertentu. Sebagai contoh, saham WXYZ berencana memcah sahamnya dengna perbandingan 1 saham lama menjadi 5 saham baru. 

Jadi bagi anda yang memegang saham WXYZ tadi yang awalnya hanya 200 lembar saham, maka setelah tanggal efektif stock split maka jumlah saham anda akan menjadi 1000 lembar. Namun meski jumlah saham anda bertambah banyak, tidak mengubah nilai total (dalam rupiah) nya.
 

47. Reverse Stock

Reverse Stock merupakan kebalikan dari stock split, dimana saham lama akan dikumpulkan dan disatukan menjadi satu lembar saham baru. Sebagai contoh, saham PQRS berencana melakukan reverse stock dengan perbandingan 5 lembar saham lama akan menjadi 1 lembar saham baru.

Maka bagi anda yang memiliki 1000 lembar saham lama akan berubah menjadi 200 lembar saham baru setelah tanggal efektif reverse stock.

Reverse stock ini sendiri memiliki efek negatif, karena setelah tanggal efektifnya, pada umumnya harga saham akan turun tajam.

48. Candlestik

Candlestick adalah bentuk lain dari bar chart, line chart. Candlestick sendiri paling banyak digunakan oleh para trader di seluruh dunia karena memiliki kelebihan berupa informasi yang disampaikan lebih lengkap dibandingkan dengan bentuk lainnya.

Candlestick sendiri merupakan susunan harga pembukaan, harga tertinggi, harga terendah, dan harga penutupan sebuah saham pada time frame tertentu (bisa menit, jam, hari, weekly, dan monthly).

49. Support

Support merupakan sebuah garis yang digunakan untuk menentukan batas bawah yang kemudian dijadikan panduan untuk memprediksi pergerakan harga saham di kemudian hari.

Support sendiri dalam cara penentuannya ada banyak cara, mulai dari menggunakan tarik garis sederhana, sampai menggunakan indikator teknikal.

50. Resisten

Resisten merupakan sebuah garis yang digunakan untuk menentukan batas atas yang dianggap sebagai penghalang harga saham untuk terus naik. Pada titik ini, para trader mulai mengatisipasi adanya pembalikan arah jika harga saham gagal menembus level resisten.

Cara menentukan resisten sendiri sama dengan cara menentukan support, perbedaan utamanya adalah support itu terletak dibawah harga saham terbaru, sedangkan resisten berada diatas harga saham terbaru.

Kesimpulan

Demikian  daftar istilah yang harus anda ketahui dalam dunia trading saham, semoga dengan memahami istilah-istilah tersebut kinerja trading anda dapat terus membaik.

Disisi lain, masih ada banyak sekali istilah-istilah dalam trading saham yang belum tercantum pada artikel diatas, dan akan kami update diwaktu mendatang.

Semoga artikel daftar istilah dalam trading saham ini dapat bermanfaat untuk kita semua.
Cloud Hosting Indonesia