Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Daftar Saham Blue Chip di Bursa Efek Indonesia

daftar saham bluechip

Saham blue chip memang dikenal merupakan saham perusahaan dengan kualitas bagus dan likuiditas sahamnya tidak perlu diragukan lagi. Saham blue chip sendiri memiliki daya pikat yang kuat terutama bagi para trader bermodal besar dan para big fund. Selain itu masih ada banyak lagi kelebihan dari saham blue chip itu sendiri.

Sehingga membuat banyak investor menyasar saham-saham tersebut untuk berinvestasi karena dinilai low risk. Pandangan ini tidaklah salah, hal ini dikarenakan pada umumnya perusahaan-perusahaan tersebut sudah cukup terkenal bahkan hampir ada disetiap daerah di nusantara ini.

Namun bagi anda yang belum begitu kenal dengan saham blue chip ini, yuk baca ulasan kali ini tentang saham bluechip.

Apa Itu Saham Blu Chip

Saham Bluechip atau Blue Chip adalah daftar perusahaan yang memiliki kinerja fundamental jempolan dan likuiditas perdagangan sahamnya yang bagus. Saham-saham blue chip juga masuk dalam kategori saham LQ45 dan telah menjadi langganan selama bertahun-bertahun.

Bagi anda yang belum begitu mengenal saham blue chip, kenalilah ciri-cirinya dibawah ini.

Ciri-ciri Saham Blue Chip

Agar mudah dalam mengenali apakah saham tertentu merupakan saham blue chip atau bukan, anda harus tahu ciri-cirinya.

Pada dasarnya saham-saham blue chip itu sangat mudah dikenali dan sangat jarang berubah daftarnya. Saham-saham yang sudah termasuk dalam kategori saham blue chip akan tetap menjadi langganan saham blue chip kecuali ada sesuatu yang fundamental sehingga merubahnya dari status sebagai saham blue chip.

Untuk itu, sejak beberapa tahun kebelakang hingga saat ini daftar saham-saham blue chip tidak banyak berubah, sehingga anda akan dengan mudah mengenali dan menghapal daftar-daftar saham blue chip tersebut.

Berikut adalah ciri-ciri saham blue chip yang harus anda ketahui:
  • Perusahaan memiliki aset yang besar
  • Reputasi dan Brand perusahaan sangat dikenal
  • GCG Perusahaan jempolan
  • Kinerja fundamental bagus dan stabil
  • Pemimpin di sektor industrinya
  • Perdagangan sahamnya sangat likuid
Kita bahas lebih detail dari ciri-ciri diatas, berikut pembahasannya

1. Perusahaan memiliki Aset yang besar

Perusahaan yang sahamnya masuk kategori saham blue chip memiliki aset yang sangat besar, sehingga dengan kekuatan aset tersebut perusahaan mampu mengembangkan bisnisnya dan menjadi market leader di sektornya.


2. Reputasi dan brand perusahaan sangat dikenal

Perusahaan tersebut memiliki reputasi yang tidak diragukan lagi, merek dan nama perusahaan sangat dikenal baik oleh para konsumennya maupun masyarakat pada umumnya.

Reputasi memang sangat penting, disisi lain reputasi merupakan kekuatan merek yang sulit ditandingi oleh para pesaingnya.


3. GCG perusahaan jempolan

GCG atau Good Corporate Governence merupakan kunci tata kelola atas sebuah perusahaan oleh para manajemen perusahaan. GCG ini memiliki peranan penting, sebuah perusahaan yang memiliki bisnis yang biasa-biasa saja ketika ditangani oleh tim dengan track record GCG yang bagus, akan membuat perusahaan terssebut mencetak untung untuk para investornya.

Untuk itu penting ketika anda melakukan analisa fundamental, juga melakukan analisis pada GCG perusahaan tersebut termasuk histori tata kelola dan tim manajemen mereka.

Begitu juga dengan saham-saham bluechip tersebut, mereka dibangun oleh tim yang sangat kompeten dengan GCG yang sangat baik. Untuk itu tidaklah heran jika fundamental mereka sangat bagus dalam jangka panjang dan sangat layak menjadi sarana investasi kita.


4. Kinerja fundamental bagus dan stabil

Dikarenakan GCG perusahaan yang jempolan dan tim manajemen yang kompetitif membuat kinerja fundamental perusahaan sangat stabil meski kondisi perekonomian sedang resesi.


5. Pemimpin di sektor industrinya

Mereka yang masuk dalam kategori saham blue chip itu perusahaannya adalah pimpinan dalam sektor industrinya, seperti Unilever adalah pimpinan sektor Consumer Goods, PWON pemimmpin sektor properti, Jasa Marga pimpinan sektor infrastruktur TOL, dan masih banyak lagi.


6. Perdagangan sahamnya sangat likuid

Perusahaan dengan kategori blue chip itu perdagangannya sangat likuid, dalam sehari perdagangannya sampai ratusan miliar rupiah.

Tentu dengan banyaknya transaksi tersebut, harga saham tidak mudah digerakkan oleh kelompok dengan dana yang biasa-biasa saja, harus minimal triliunan baru bisa menggerakkan saham tersebut.

Maka dengan perdagangan yang likuid tersebut, anda ketika mau membeli saham bluechip dengan dana 1 miliar rupiah dalam sekali enter, maka tidak jadi masalah karena pasar mampu menampung permintaan anda tersebut.

Daftar Saham Bluechip

Berikut adalah daftar saham-saham blue chip beserta kode sahamnya:
  1. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)
  2. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI)
  3. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI)
  4. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)
  5. PT Astra Internasional Tbk (ASII)
  6. PT Unilever Tbk (UNVR)
  7. PT Gudang Garam Tbk (GGRM)
  8. PT HM Sampoerna Tbk (HMSP)
  9. PT Indo Tambang Raya Megah Tbk (ITMG)
  10. PT Pakuwon Jati Tbk (PWON)
  11. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM)
  12. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP)
  13. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF)
  14. PT Jasa Marga Tbk (JSMR)
  15. PT Bukit Asam Tbk (PTBA)
  16. PT United Tractors Tbk (UNTR)
  17. PT Waskita Karya Tbk (WSKT)
  18. PT Charoen Pokhpan Tbk (CPIN)
  19. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF)
  20. PT Astra Agro Lestari (AALI)
Demikian adalah daftar saham blue chip yang perlu anda ketahui agar anda dapat melakukan aktifitas investasi dan trading pada saham-saham dengan fundamental yang bagus dan likuid.