Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Mengenal Pajak Dalam Jual Beli Saham

pajak jual beli saham

Pajak jual beli saham merupakan keniscayaan bagi para pelaku pasar saham yang harus mereka bayar saat melakukan penjualan atas saham yang mereka miliki.

Besaran pajak atas penjualan saham ini sebenarnya kecil yakni hanya 0,1% dari total value saham yang dijual. Itu artinya, untuk setiap Rp 1000 anda hanya dikenakan pajak sebesar Rp 1.

Agar lebih mudah dimengerti termasuk dasar hukum pajak jual beli saham, berikut saya tulis artikel singkat dan mudah dimengerti tentang pajak jual beli saham.

Pengertian Pajak dalam Jual Beli Saham

Pajak jual beli saham adalah kewajiban bagi siapapun yang melakukan penjualan saham.

Yang perlu diketahui, pajak ini hanya berlaku saat kita melakukan penjualan saja, dan pada saat pembelian saham, kita tidak dikenakan pajak.

Besaran pajak jual beli saham ditetapkan dengan kekuatan hukum yang mana setiap investor harus patuh dan tunduk terhadap peraturan tersebut.

Dasar Hukum Pajak dalam Investasi Saham

Saham sendiri sebenarnya tidak termasuk pada objek pajak PPN, namun dalam proses transaksi itu terdapat beberapa proses pelayanan (jasa pialang), maka proses (jasa pialang) itulah yang menjadi dasar pengenaan pajak.

Pengenaan pajak atas proses (jasa pialang) tersebut ditegaskan dalam Surat Edaran Direktur Jendral Pajak Nomor SE-15/PJ.5/1990, dan dengan adanya aturan tersebut menjadikan perusahaan sekuritas berubah menjadi perusahaan Pengusaha Kena Pajak (PKP) sebagaimana tertuang dalam SE 04/PJ.51/1991.

Dengan adanya dua aturan tersebut membuat Perusahaan Sekuritas memiliki kewajiban untuk memungut, menyetor dan melaporkan PPN tertuang atas setiap penyerahan jasa pialang diberikan.

Tarif Pajak dan Komponen Pajak Penjualan Saham

Dalam pajak jual beli saham, terdapat beberapa komponen yang menjadi dasar dikenakannya pajak. Untuk tarif pajak sendiri, dihitung berdasarkan jumlah komisi atas jasa pialang tersebut.

Tarif pajak jual beli saham ditentukan sebesar 10% dari total komisi penjualan saham, atau mudahnya sebesar 0,1% dari total nilai penjualan saham. Untuk tarif ini tidak ada perubahan, dan nilainya tetap sebesar 10% tersebut.

Yang membedakan antara investor satu dengan yang lainnya adalah nilai penjualan saham itu sendiri.

Semakin besar nilai saham yang dijual, maka pajak penjualan saham turut menjadi besar. Sebaliknya semakin kecil nilai penjualan saham, maka semakin kecil pula pajak yang harus dibayarkan oleh investor saham tersebut.

Untuk komponen pengenaan pajak jual beli saham itu sendiri terdiri atas 4, diantaranya :
  1. Komisi transaksi, adalah besaran komisi yang ditetapkan oleh perusahaan sekuritas dan dibebankan kepada investor. Besaran komisi setiap sekuritas cukup bervariasi.
  2. IDX Levy adalah pengenaan biaya oleh BEI kepada Investor karena menggunakan fasilitas transaksi di BEI dan ditentukan oleh Direksi BEI.
  3. Sales Tax adalah PPh atas transaksi penjualan efek yang dipungut berdasarkan UU PPh Pasal 4 Ayat 2 dengan tarif PPh sebesar 10%.
  4. Fee Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) adalah fee atau dana yang harus dibayarkan investor kepada KPEI setiap transaksi yang dilakukan untuk menjamin pemenuhan kewajiban penyelesaian transaksi. Besarannya adalah 0,1% dan ditentukan oleh Direksi KPEI itu sendiri.
Jadi secara ringkasnya pajak yang dikenakan pada trading jual kita itu adalah 10% dari komisi dan 0,1% dari nilai jual.

Ruang Lingkup Pajak Jual Beli Saham

Untuk ruang lingkup atau cakupan yang dikenakan pajak dalam jual beli saham itu hanya ada 4, yaitu
  1. Penghasilan dari transaksi saham dan sekuritas lainnya
  2. Transaksi derivatif yang diperdagangkan di bursa
  3. Transaksi penjualan saham
  4. Pengalihan penyertaan modal
Pada dasarnya setiap penjualan saham yang kita lakukan itu akan dikenakan pajak sebesar 0,1% dari total nilai penjualan. Namun ada perbedaan besaran pajak untuk pasar primer (IPO) dan pasar sekunder.

Yang biasa kita lakukan itu adalah di pasar sekunder, sedangkan pasar primer khusus untuk proses IPO. Nah pada penjualan saham saat IPO ini, pemilik saham yang menjual dikenakan pajak sebesar 01%+0,5%.

Perhitungan Pajak Jual Beli Saham

Agar menjadi lebih paham mengenai mekanisme perhitungan pajak jual beli saham, berikut adalah simulasi sederhana perhitungannya

Pak Tono (nama hanya contoh) memiliki saham ABCD sebanyak 500 lembar, dan beliau ingin menjualnya di harga Rp 2000 per lembar saham. Sehingga perhitungannya menjadi
  • Nilai transaksi jual adalah 500 (lembar saham) x Rp 2.000 (harga saham) = Rp 1.000.000 
  • Komisi jual pada sekuritas Pak Tono adalah 0,3%, sehingga jumlah komisi jual yang harus dibayar adalah 0,3% x Rp 1.000.000 = Rp 3.000
  • Pajak PPN dari komisi adalah 10% x Rp 3.000 = Rp 300
  • Dan pajak PPh atas penjualan saham tersebut adalah 0,1% x Rp 1.000.000 = Rp 1.000
Sehingga nilai total biaya yang harus dibayarkan oleh Pak Tono adalah

Rp 3.000 + Rp 300 + Rp 1.000 = Rp 4.300

Dari sini anda sudah pahamkan darimana asal munculnya biaya tambahan atas penjualan saham anda? Kalau untuk beli saham saja hanya dikenakan komisi beli, tidak ada fee lainnya yang harus anda keluarkan.

Pajak Dividen Saham

Jika anda pernah mendapatkan dividen dari sebuah saham yang anda simpan selama ini, maka cobalah cek di letter confirmation nya. Pasti didalamnya ada pajak dividen, sehingga nilai dividen yang anda peroleh tidak utuh karena harus membayar pajak dividen tersebut.

Untuk besaran pajak dividen sendiri cukup bervariasi, untuk itu berikut ini daftar besaran pajak dividen yang harus anda ketahui:
  • Untuk wajib pajak dalam negeri atau orang pribadi yang tinggal di dalam negeri, maka besaran pajak dividennya sebesar 10%
  • Untuk wajib pajak berbentuk Badan Hukum (perusahaan atau lembaga) dan memiliki NPWP, maka besaran pajak Dividen nya adalah 15%
  • Sedangkan untuk wajib pajak Berbadan Hukum (perusahaan atau lembaga) dan tidak memiliki NPWP, maka pajak dividennya adalah 30%
  • Untuk wajib pajak luar negeri besaran pajak dividennya sebesar 20%
  • Kemudian untuk wajib pajak luar negeri dengan ketentuan khusus, seperti wajib pajak yang tinggal di negara yang memiliki perjanjian pajak dengan Indonesia, maka besaran pajak dividennya bisa disesuaikan berdasarkan Tax Treaty.
Yang perlu diketahui adalah besaran pajak diatas bersifat tetap dan bruto (dari total dividen yang didapat).

Kesimpulan

Memang terdengar sepele untuk pajak jual beli saham ini, namun ketika anda sering melakukan trading saham tanpa memikirkan dan mengatur fee trading, maka akan menjadi bahaya bagi perkembangan protofolio anda.

Untuk itu, penting mengetahui berapa biaya yang harus anda keluarkan untuk sekali jual beli saham, sehingga anda bisa memperkirakan berapa persen (minimal) keuntungan yang harus anda dapatkan agar fee transaksi termasuk pajak tersebut dapat tertutupi tanpa harus mengurangi nilai porto anda.

Semoga ulasan singkat mengenai pajak jual beli saham ini dapat menambah pengetahuan dan khazanah keilmuan dalam pasar modal.