Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Trading Plan & Money Management Mode Agresif, Cuan Sampai 100% Pertahun

trading plan & money management dalam trading saham
Trading plan adalah metode perencanaan dalam aktifitas kita di bursa saham sebelum melakukan pembelian atau penjualan saham. Sedangkan money management adalah metode manajemen atau pengelolaan resiko trading.

Untuk trading plan sendiri sudah dibahas secara mendalam pada artikel terdahulu beserta contoh trading plan itu sendiri.

Anda bisa membacanya lebih lanjut pada artikel 

Trading Plan dan Money Management

Trading plan dan money management merupakan satu kesatuan dalam aktifitas trading saham, anda tidak diperkenankan memisahkan keduanya karena itu bisa membuat kinerja trading menjadi buruk.

Ada banyak alasan mengapa trading plan & money management menduduki posisi penting dalam keberhasilan trading, salah satunya adalah keduanya memiliki peranan dalam menentukan position size baik itu harga beli dan jual maupun ukuran dana yang kita pakai untuk membeli saham.

Trading Plan

Trading plan merupakan kewajiban bagi setiap trader sebelum melakukan aksi beli. Hal ini dikarenakan agar selama proses trading, seorang trading tidak terombang-ambing oleh pergerakan dan sentimen pasar.

Mengapa demikian?

Hal ini dikarenakan saat trading plan tidak ada atau tidak dijalankan dengan baik, maka hasil tradingnya akan buruk.

Mungkin anda mengalami hal-hal berikut ini
  • Saham ABCD dibeli, tapi harga tidak naik malahan turun dalam, akhirnya nyangkut
  • Saham GHIJ dijual, eh.... malah terbang
  • Saham DJIA dijual akrena sudah dapat profit lumayan, ternyata setelah djual malah naik lebih tinggi
  • dan masih banyak lagi
Jika anda melakukan trading berdasarkan trading plan yang anda tentukan sebelumnya, maka kejadian-kejadian tersebut tidak akan terulang lagi.

Kalaupun terulang, anda sudah bisa tahu bagaimana seharusnya. What next!

Itulah pentingnya trading plan.

Money Management Trading

Money management itu seperti arus kas dalam sebuah perusahaan, semakin baik pengelolaannya maka semakin sehat perusahaan tersebut. Begitu juga sebaliknya, semakin jelek pengelolaannya maka semakin hancur perusahaannya bahkan berpotensi bangkrut.

Sebagai seorang trader, mengelola mone management baik untuk alokasi dana pembelian saham, atau alokasi besaran dana setiap kali pembelian akan berdampak signifikan bagi hasil trading anda.

Maka dari itu, janganlah mencoba membeli suatu saham pada satu harga saja dan dalam waktu yang sama.

Karena hal itu sangat berbahaya.

Lakukanlah pembelian secara bertahap sesuai dengan trading plan anda. Tentukan besaran dari alokasi dana tersebut untuk setiap kali pembelian.

Hal ini ditujukan agar kita bisa mendapatkan harga rata-rata yang bagus (best buy) sehingga potensi cuan juga bisa maksimal dengan resiko yang minimal.

Mengapa resiko menjadi minimal?

Katika kita melakukan pembelian secara bertahap sesuai dengan trading plan, maka pada saat itu kita juga mengamati perkembangann pasar, apakah memungkinkan untuk membelanjakan semua alokasi dana pada satu saham di harga tertentu, atau tidak.

Jika memungkinkan dilakukan pembelian dengan seluruh alokasi yang ada, maka kita yakin berdasaran analisa bahwa market akan up, dan memberikan kita keuntungan.

Namun ketika market menunjukan gejala tidak biasa atau turun, maka dengan pembelian yang ada bisa kita lakukan  Cut Loss tanpa harus menghabiskan seluruh alokasi yang mengakibatkan kerugian membesar.

Ilustrasinya agar mempermudah pemahaman akan dibahas pada sub bab dibawah ini.

Hal ini memang agak ribet, dan membutuhkan kebiasaan.

Namun ketika ini bisa anda lakukan dengan baik, maka anda akan bisa berhasil.

Metode Money Management

Dalam metode money management ada banyak sekali macamnya, seperti alokasi dari seluruh dana hanya boleh dibeloikan maksimal 5, 10, atau 20 saham.

Saya secara pribadi, ketika dana kelolaan anda kecil (dibawah 1 miliar), sebaiknya jangan beli saham lebih dari 5 atau bahkan jangan lebih dari 3.

Mengapa demikian?

Agar kita mudah dalam mengamati dan memaintance portofolio kita dan fokus. Termasuk ketika cuan juga bisa nendang.

Saya ajarkan metode money management yang cukup agresif, namun anda harus latihan dengan dana kelolaan yang kecil agar terbiasa dahulu.

1. Lakukan perencanaan pembelian saham maksimal 3 saham

Anda hanya boleh membeli maksimal 3 saham saja, dengan kriteria khusus.

2. Jangan habiskan seluruh dana anda untuk ketiga saham tersebut. 

Jangan membagi rata seluruh dana untuk 3 saham tersebut.

Untuk langkah awal, alokasikan maksimal 60% dari seluruh dana kelolaan untuk membeli 3 saham pilihan.

Anda boleh melakukan pembelian dengan trading plan yang sudah anda tentukan.

Misalkan, 3 saham tersebut mendapatkan alokasi 20% dari total dana kelolaan.

3. Akan ada seleksi alam

Dari ketiga saham tersebut, tidak semuanya akan menunjukan kekuatan uptrendnya dengan baik. Untuk itu anda harus teliti apakah uptrend dari saham-saham tersebut sangat kuat, kuat, sedang, atau lemah.

Pilih saham yang kuat uptrendnya (salah satu kriterianya adalah breakout dengan volume besar), kemudian 40% dana alokasi yang tersisa, gunakan untuk pembelian secara bertahap (average up) dan pastikan anda membuat trading plan juga untuk ini.

Kapan average up bisa dilakukan?

Ada dua kondisi terbaik anda bisa melakukan average up, yaitu :
  • Breakout dengan volume tinggi
  • Terjadinya koreksi dengan volume kecil setelah terjadinya breakout (kondisi pertama)
Jika anda menemukan satu atau kedua kondisi diatas, jangan ragu untuk average up. Selalu jaga harga rata-rata pembelian anda dibawah support yang terbaru.

4. Fokus pada saham super uptrend

Jika 40% alokasi tersebut sudah anda gunakan untuk average up dan kini anda sudah tidak memiliki sisa dana (cash), maka lihat ulang ketiga saham pilihan tersebut.
  • Jika saham yang kita average up masih menunjukan kekuatan uptrendnya, maka anda bisa mengorbankan satu dari dua saham lainnya dengan trend yang lemah untuk dijual dan dananya anda alokasikan untuk average up di saha super uptrend
  • Lakukan seperti poin pertama jika saham yang di average up masih uptrend kuat, dengan mengorbankan sisa saham yang ada
  • Selalu pasang trailing stop. Ketentuan trailing stop setiap trader berbeda-beda karena tidak ada panduan baku, namun untuk saham yang uptrend tinggi biasanya akan sangat volatile, maka anda bisa menggunakan titik trailing stop 10% dari titik high terakhir.

Tips Money Management

Metode money management diatas tergolong sangat agresif, maka dari itu saya menyarankan untuk latihan menggunakan modal kecil dahulu.

Agresifitas money management diatas dapat memberikan return yang tinggi dalam satu tahun, bahkan bisa diatas 100%. Apalagi jika digabungkan dengan margin (tapi ini tidak saya rekomendasikan bagi yang tidak memiliki kapabilitas), bisa tembus 300% dalam setahun.

Margin yang dimaksud ini bukan margin T+2 ya, namun margin yang ada pada akun margin dengan syarat minimal deposit 200 juta, karena memiliki fleksibilitas yang lebih baik dibandingkan dengan T+2.

Ok, karena money management diatas tergolong agresif, maka berikut adalah tips money management lainnya sebagai alternatif

  • Anda bisa mengalokasikan maksimal 5 saham untuk seluruh dana kelolaan
  • Jangan membuat portofolio layaknya supermarket
  • Selalu anggap setiap saham yang akan anda beli adalah proyek layaknya membuat bangunan atau gedung berkelas
  • Selalu siapkan plan B, plan C, dann plan -plan lainnya untuk mengantisipasi perubahan market
  • Karena market itu sangat dinamis, maka anda harus fleskibel mengikuti kemana maunya market
  • Terakhir, ikuti pepatah berikut
Trade what you see

Jadi itulah cara menggunakan money management mode agresif 😁

Untuk metode money management yang standar, sudah ada banyak diberbagai literatur yang bisa anda baca. Dan mungkin akan saya buatkan metode money management lainnya yang lebih soft dan smooth.

Ok, saya kira cukup sekian untuk metode money management, semoga bermanfaat.