Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian Listing, Delisting, dan Relisting Serta Perbedaannya

Dalam aktifitas di bursa saham, kita mengenal pencatatan suatu emiten dalam 3 (tiga) bentuk, yakni:
  • Listing (pencatatatn)
  • Delisting (Penghapusan)
  • Relisting (Pencatatan Kembali)
Ketiganya memiliki pengertian yang berbeda serta mempunyai peranan yang berbeda pula.

Dalam artikel kali ini, pembahasan akan fokus pada pengertian listing, delisting, relisting dan perbedaan ketiganya.

Pengertian Listing, Delisting, dan Relisting Serta Perbedaannya

Pengertian dan Perbedaan Listing, Delisting, Relisting

Pengertian Listing

Listing adalah proses pencatatan saham sebuah perusahaan di pasar modal Indonesia atau biasa dikenal seagai Bursa Efek Indonesia (BEI). Proses pencatatan ini akan membuat masayarakat dapat turut serta memiliki saham perusahaan tersebut.

Proses listing biasa dikenal dengan Initial Public Offering (IPO) atau penawaran umum perdana. Dalam proses IPO ini, masyarakat diperkenankan untuk mengikuti antrian beli melalui sekuritas. 

Jumlah saham yang dilepas dalam proses listing ini juga cukup bervariatif, jumlahnya tergantung pada hasil RUPS perusahaan dan ketentuan OJK.

Dengan adanya proses listing ini saham perusahaan tidak akan hanya dimiliki oleh sekelompok orang, namun juga masyarakat umumpun dapat memilikinya dan merasakan keuntungan yang dihasilkan oleh perusahaan.

Setelah proses listing, maka perusahaan selanjutnya berhak menyandang gelar Tbk (terbuka), sehingga nama perusahaan tersebut akan selalu disertai atribusi Tbk. Seperti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Dengan ter-listing-nya saham perusahaan tersebut, maka saham yang ada di pasar modal dapat diperjual belikan oleh masyarakat. Disisi lain pihak perusahaan wajib mengikuti serangkaian aturan yang dibuat oleh BEI dan OJK.

Keuntungan yang diperoleh perusahaan yang mencatatkan sahamnya di BEI adalah mendapatkan dana segar yang bisa digunakan untuk melakukan ekspansi atau membayar utang. Dan dana tersebut tidak wajib dikembalikan oleh perusahaan kepada masyarakat serta tidak ada biaya bunga sebagaimana pinjaman obligasi dan perbankan.

Pengertian Delisting

Delisting adalah proses penghapusan saham perusahaan dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Yakni proses dari perusahaan terbuka menjadi perusahaan tertutup.

Proses delisting atau penghapusan pencatatan saham bisa dilakukan perusahaan sendiri atau oleh BEI.

Delisting sendiri memiliki dua jenis, yaitu
  • Delisting secara sukarela (Voluntary)
  • Delisting Paksa (Forced)
Delisting sukarela adalah proses penghapusan pencatatan saham yang listing di BEI oleh perusahaan itu sendiri, sehingga penghapusan tersebut dilakukan secara sukarela akibat dari permintaan perusahaan itu sendiri.

Delisting paksa adalah proses delisting yang dilakukan oleh Otoritas bursa yakni BEI dikarenakan perusahaan melanggar aturan yang telah dibuat oleh BEI dan OJK dan dinilai sangat merugikan investor publik.

Penyebab Forced delisting sendiri ada banyak, diantaranya:
  • Perusahaan dinyatakan pailit
  • Izin operasionalnya dicabut
  • Tidak menyampaikan laporan keuangan
  • dan lain sebagainya
Beberapa perusahaan yang melakukan delisting secara sukarela adalah PT Golden Missipi Tbk yang memiliki kode saham AQUA.

Pengertian Relisting

Relisting adalah proses pencatatan kembali saham perusahaan yang pernah tercatat (sebelumnya delisting) kedalam pasar modal Indonesia.

Relisting sendiri sangat jarang terjadi dibandingkan dengan Listing dan Delisting. Sehingga sangat jarang data perusahaan yang melakukan relisting setelah adanya delisting di waktu -waktu sebelumnya.

Search Keyword : apa itu listing, arti listing, listing merupakan, pengertian listing dalam pasar modal, apa itu delisting, perusahaan delisting, saham delisting, arti delisting, penyebab delisting, pengertian delisting dalam pasar modal, relisting saham adalah, apa itu relisting, pengertian relisting dalam pasar modal.