Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Harga Saham UNVR Terus Turun, Ada Apa Sebenarnya?

Mungkin ada yang bertanya mengapa harga saham UNVR dalam tiga tahun terkahir ini terus mengalami penurunan yang signifikan, bahkan berbanding terbalik dengan slogan sektor consumer tahan akan krisis.

Untuk itu, yuk kita ulas dengan data sederhana namun mampu memberikan big picture mengapa saham UNVR terus megnalami penurunan alias downtrend berat.

harga saham unvr

Saham UNVR Turun Terus, Simak Fakta Berikut

Sebagai saham idaman investor, UNVR dianggap bisa bertahan ditengah kondisi krisis apapun sampai-sampai UNVR menjadi salah satu saham yang paling banyak direkomendasikan bagi para pemula yang ingin berinvestasi saham.

Sayangnya saat ini saham UNVR tengah dalam tren penurunan jangka panjang. Tidak tanggung-tanggung selama 3 tahun atau mulai dari Januari 2018 saham UNVR terus mengalami penurunan bahkan di akhir 2020 saat banyak saham mengalami kenaikan fantastis, UNVR hanya naik sedikit.

grafik saham unvr
Sumber : Tradingview

Tentu ini menjadi pertanyaan mengapa saham sekelas UNVR sulit sekali naik dan apakah saat ini waktu yang tepat bagi kita untuk berinvestasi pada saham UNVR?

Mari kita ulas dengan data-data berikut.

Fundamental Saham UNVR

Secara fundamental sebenarnya saham UNVR ini baik-baik saja, tidak ada masalah berarti. Dari sini seharusnya saham UNVR tidak selayaknya mengalami penurunan apalagi tiga tahun lebih.

Tentu ini ada masalah yang harus digali.

Untuk itu perhatikan data fundamental saham UNVR berikut ini

saham unvr

Coba anda perhatikan, ROE stabil, ROA juga mantap, EBITDA pun stabil dari tahun ketahun.

Lalu apa masalahnya?

Mari perhatikan dengan seksama angka-angka jumlah aset, liabilitas, ekuitas nilainya tidak banyak berubah. 

Seharusnya ketika perusahaan mendapatkan keuntungan maka ekuitas harusnya naik apalagi dengan ROE yang sangat tinggi daiats 100%.

Tapi tidak dengan UNVR. 

Pernahkah anda bertanya mengapa UNVR setiap tahun membagikan dividen 100% dari laba yang dihasilkan?

Saya pribadi berpendapat kalau saham UNVR ini dijadikan sapi perah oleh induknya, dimana setiap tahunnya laba yang dihasilkan langusng ditarik melalui skema dividen serta tidak ada penambahan modal, bahkan seringkali dividen mengambil sebagian dari kas perusahaan.

Ini tentu tidak bagus bagi perusahaan, karena pertumbuhannya akan stagnan.

Namun kita tentu sadar bahwa Unilever Indonesia ini adalah leader di sektor konsumer di Indonesia dengan banyaknya merk produk yang dimiliki dan menyentuh setiap sendi kebutuhan manusia Indonesia.

Maka dari itu, penurunan UNVR saat ini bisa menjadi peluang emas yang jarang terjadi pada saham super blue chip untuk dapat kita jadikan tempat investasi.

Disisi lain ada sisi unik dari saham UNVR ini, dimana perusahaan meng-create uang tidak sepenuhnya menggunakan modalnya sendiri, tapi lebih banyak menggunakan utang, baik itu utang bank maupun utang usaha.

Jadi anda tidak perlu heran jika saat membaca laporan keuangan saham UNVR ini memiliki DER yang sangat tinggi seperti pada gambar dibawah ini.

saham unvr

Pada dasarnya UNVR ini perusahaan hebat namunn bukan perusahaan growth sehingga sangat tidak direkomendasikan menjadi tempat berinvestasi disaat harga sahamnya naik atau sideways, tapi sangat direkomendasikan saat harga sahamnya mengalami penurunan yang tajam seperti saat ini.

Indeks Konsumer Indonesia Belum Sepenuhnya Pulih

Sebagai perusahaan konsumen, UNVR sangat bergantung pada tingkat belanja masyarakat.

Saat ini dimasa pandemi tingkat kepercayaan konsumen belum sepenuhnya pulih semenjak merebaknya wabah Covid-19 di Indonesia pada awal 2020 lalu.

Lebih dari satu tahun sudah wabah ini merebak, dan kini kinerja retail juga tidak luput dari gangguan pandemi ini.

Namun sebagaimana dalam laporan keuangan terbaru UNVR, kinerja fundamentalnya tidak banyak mengalami penuruna yang berarti.

Ini artinya saham UNVR tetap survive meski di sektor-sektor lainnya sedang sempoyongan.

Bersamaan dengan momentum lebaran tahun ini, indeks kepercayaan konsumen terlihat mulai mengalami kenaikan meski tidak signifikan.

Hal ini tentu dapat menjadi angin segar bagi sektor consumer goods termasuk saham UNVR itu sendiri.

Normalnya angka indeks kepercayana konsumen ini berada diatas 120 sehingga dapat dinilai tingkat konsumsi di Indonesia sudah cukup bagus, namun saat ini masih bertengger di angka 90an.

Angka tersebut tergolong lebih baik dibandingkan pada periode april-mei 2020 yang menyentuh level 80an dan ini sangat buruk bagi peritail di Indonesia termasuk juga perusahaan konsumer.

Untuk lebih jelasnya berikut data Indeks kepercayaan konsumen yang saya kutip dari Mirae Asset Sekuritas Indonesia.

indeks kepercayaan konsumen
Sumber : Mirrae Asset Sekuritas Indonesia

Pandemi Belum Berakhir, Gelombang Kedua Mengintai

Belajar dari kasus India, nampaknya gelombang kedua benar-benar berpotensi dapat terjadi. Saat ini kasus baru per hari di Indonesia memang melandai, hal ini dapat dilihat pada gambar dibawah ini

saham unvr

Seperti dalam gambar diatas, saat ini kasus baru per hari di Indonesia memang melandai dan ini tentu bagus. Artinya penyebaran kasus baru dapat tertangani dengan baik.

Namun kasus gelombang kedua di India nampaknya menjadi perhatian tersendiri, bahkan pada gelombang kedua kasus aktif perharinya jauh lebih tinggi dibandingkan gelombang pertama.

Tentu hal ini bisa terjadi di negara manapun termasuk Indonesia.

Dengan potensi meningkatnya kasus baru di gelombang kedua, dapat menjadi ancaman tertutupnya kembali pusat perbelanjaan dan minimarket yang pada akhirnya akan mengganggu proses distribusi dan penjualan produk-produk konsumer seperti yang dibuat oleh UNVR.

Jika hal ini benar-benar terjadi, maka sudah sepatunya harga saham UNVR akan terus turun menembus level supportnya di area 6000.

Maka untuk saat ini saham UNVR belum benar-benar layak untuk anda koleksi, karena potensi mengalami penurunan menjadi lebih besar dibanding adanya perubahan trend dari harga saham UNVR itu sendiri.