Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Bekti Sutikna : Modal 220 Juta Untung 14 Miliar Dari Trading Saham

Akhir-akhir ini dunia trading saham mengenal sosok baru yang tidak pernah sama sekali terdengar di forum-forum diskusi sebagai trader hebat. Namun setelah adanya chalenge dari sebauh sekuritas, sosok trader ini mulai naik ke permukaan.

Hasil challenge tersebut menunjukkan hasil bahwa beliau memengangkan juara 2 pada ajang Hots Championsip. 

Yang menarik bukanlah itu, namun keuntungan yang berhasil diraup beliau sebesar Rp 14 miliar dengan modal 220 juta untuk trading dan waktu yang dibutuhkan hanya 6 bulan.

Untuk itu, pada kesempatan kali ini kita akan mengulik sekilas mengenai metode trading dan money management beliau untuk bahan belajar kita semua.

Bekti Sutikna : Modal 220 Juta Untung 14 Miliar Dari Trading Saham

Belajar Trading dari Full Time Trader Sukses Yogyakarta

Profil Bekti Sutikna

Pak Bekti Sutikna merupakan sosok full time trader yang berasal dari Yogyakarta. Beliau mulai berinvestasi saham sejak tahun 2008 saat era krisis keuangan.

Pada tahun tersebut beliau masih duduk di bangku kuliah dan pada saat membuka akun saham, beliau bermodalkan uang Rp 10 juta saja.

Metode Trading

Metode trading beliau adalah trader harian alias scalping. Metode trading ini dipilih karena beliau tidak ingin memiliki saham lebih dari satu hari allias tidak nginep.

Hal itu dipilih karena beliau tidak ingin memiliki beban mental untuk memikirkan bagaimana pergerakan sahamnya esok hari, sehingga dapat mempengaruhi psikologi tradingnya yang dapat berakibat fatal pada kinerja trading.

Indikator Trading

Tidak banyak indikator yang dipakai selama trading, pada umumnya indikator yang sering Pak Bekti Sutikna pakai adalah :
  • Stocahstic Slow
  • Moving Average
  • Histogram
  • Broker Summary

Money Manajemen Trading

Metode manajemen tradinya tergolong unik, dimana ketika beliau mendapatkan untung besar maka sebagian besar keuntungannya langsung di withdraw untuk kemudian dipindahkan ke akun investasinya.

Tujuan utamanya adalah untuk menjaga modal trading tetap sama setiap waktunya, karena berbeda jumlah modal trading tentu psikologisnya pun berbeda.

Seringkali kita mengalami ketika modal trading masih kecil, kita sangat PD dan sering meraup cuan. Namun ketika modal mulai membesar, tingkat PD kita menurun dan berubah menjadi agresif sehingga seringkali keputusan trading menjadi tidak objektif.

Selain itu, beliau beranggapan bahwa dengan memindahkan cuan hasil trading ke akun investasi adalah demi tujuan jangka panjang.

Baca Juga : Rumus PBV

Hal ini karena investasi berorientasi pada pertumbuhan aset jangka panjang dan dividen, sehingga dapat menghasilkan passive income.

Karena pada dasarnya setiap trader tidak akan mampu menjalani tradingnya secara terus menerus karena trading itu sangat menguras tenaga dan emosi.

Dengan mengalihkan dana tersebut, ia berharap dikala tua nanti dapat menikmati hidup dengan lebih baik tanpa harus dipusingkan lagi dengan "besok beli saham apa lagi ya".