Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

5 Cara Hadapi Saham Yang Turun Drastis

Memiliki saham yang mengalami penurunan drastis memang tidak menyenangkan, dan sangat mengganggu kesehatan mental kita.

Untuk itu penting kiranya kita memiliki keahlian dalam mengatasi hal-hal seperti itu, karena jika tidak maka hasil trading kita selanjutnya dapat berantakan.

Ada banyak cara dalam menghadapi saham yang turun drastis, dimana cara-cara ini dapat anda lakukan dengan sangat mudah dan memerlukan kesabaran yang harus anda siapkan.

Dan berikut adalah 5 cara menghadapi saham yang turun drastis.

5 Cara Hadapi Saham Yang Turun Drastis

5 Cara Hadapi Saham Yang Turun Dalam

1. Selalu siap dengan dana di akun

Cara pertama yang paling mudah adalah selalu siapkan dana darurat dalam akun trading anda.

Dana ini bisa anda gunakan untuk membeli saham-saham potensial dikala market mulai recover, sehingga keuntungan yang nantinya didapat dapat mengurangi tingkat kerugian yang anda rasakan.

Beberapa investor besar selalu menenkankan hal ini yaitu menyiapkan dana cadangan di dalam akun. Dana cadangan ini bagi investor dapat digunakan untuk average down atau mencari saham-saham potensial lainnya.

Namun bagi trader yang terlanjut "nyangkut diatas" maka dana cadangan ini bisa digunakan untuk mencari saham-saham potensial lainnya saat market mulai recover.

Tidak ada ukuran pasti seberapa besar persentase dana cadangan yang harus disiapkan, namun untuk memudahkan anda dalam mengalokasikan, maka saran saya anda siapkan dana cadangan ini mulai dari 10% sampai 30% dari total dana portofolio anda.

Range sebesar itu saya rasa sudah cukup untuk mengakomodir tingkat keserakahan anda dalam trading, sehingga anda tinggal mengatur seberapa besar persentase yang tepat untuk dana cadangan tersebut.

2. Tunggu Kepanikan Market Mereda

Setiap kondisi market selalu diiringi oleh euforia atau ketakutan yang membuat kondisi market makin menjadi.

Kondisi ini seringkali membuat para trader semakin cemas dikala market turun sangat dalam diwaktu yang singkat.

Maka salah satu cara terbaik menghadapinya adalah membiarkan market bergerak turun sampai pada titik tertentu sembari kepanikan market mereda.

Setelah kepanikan market mereda, pada kondisi inilah anda bisa mengambil keputusan yang tepat untuk melakukan tindakan dari trading anda.

Karena ketika market sedang panik-paniknya, maka penyakit berupa "kepanikan" tersebut akan menjalar kemanapun termasuk diri anda, dan ini bisa membahayakan diri anda.

3. Cut Loss Berjenjang

Mungkin bagi anda istilah ini jarang terdengar, namun disaat kondisi market yang sangat "mengerikan" ini, anda bisa menggunakan metode ini untuk mengurangi level kerugian yang "kadung" membesar.

Secara teknis Cut Loss Berjenjang adalah melakukan jual rugi pada beberapa level support/resisten, dengan harapan ada pembalikan arah sementara dan membua kita berkesempatan untuk menjual sebagian saham kita agar memiliki dana cadangan untuk keperluan dikemudian hari.

Metode ini seringkali saya pakai yang dikombinasikan dengan cara nomer 1 diatas, sehingga proses recovernya bisa cepat terlaksana.

Secara teknis akan kita bahas pada artikel lainnya, namun cara nomer 3 ini bisa dilakukan kalau anda benar-benar sudah mengalami kerugian yang sangat dalam.

Jika kerugian anda belum seberapa dalam atau masih dibawah -10%, maka sebaiknya anda langsung cut loss total tanpa harus menggunakan cara ini, karena kelamaan alias "kesuwen".

4. Simpan Saham Unggulan

Saham unggulan yang saya maksud disini adalah saham yang memiliki fundamental kuat, bukan bluechip, dan trend utama sahamnya adalah uptrend.

Jika anda masih belum memahami saham unggulan menurut kami, sebaiknya anda baca terlebih dahulu artikel tentang ciri-ciri saham bagus ini.

Mengapa malah disimpan?

Saham unggulan ini akan lebih cepat recover dibanding saham lainnya meskipun itu saham blue chip, hal ini dikarenakan saham-saham jenis tersebut menjadi incaran banyak investor termasuk investor institusi.

Bahkan cara terbaik untuk memperlakukan saham-saham jenis ini adalah melakukan average down untuk mendapatkan harga beli terbaik.

Kenapa bukan saham blue chip?

Saham blue chip itu memang dikenal memiliki fundamental yang kuat, namun tidak selalu menjadi saham unggulan dan saham blue chip adalah saham yang pergerakannya related dengan bursa.

Jadi selama bursa masih downtrend, maka sebagian besar saham-saham blue chip juga dalam fase downtrend.

5. Perhatikan Kecenderungan Trend Indeks

Memperhatikan trend utama jangka panjang dari indeks sangat penting. Sehingga anda tidak boleh sembarangan mengambil keputusan sebelum memastikan trend utama indeks alias IHSG.

Namun cara ini tidak dapat memberikan hasil yang maksimal tanpa anda melakukan cara-cara diatas yang sudah dibahas.

Cara ini lebih ditujukan untuk melihat secara jelas trend yang terjadi dan tindakan apa yang harus kita lakukan. Selain itu dengan cara ini kita dapat mengetahui tingkat kekuatan downtrend dari bursa itu sendiri.

Untuk melihat trend indeks anda bisa menggunakan chart pada online trading anda atau Tradingview.

Demikianlah 5 cara menghadapi saham yang turun dalam, semoga dengan ini bisa sedikit membantu anda dalam menghadapi market yang sedang downtrend akhir-akhir ini.