Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cara Menentukan Batas Toleransi Cut Loss Saham

Dalam trading saham Cut Loss merupakan hal wajib yang menjadi makanan sehari-hari bagi para trader. Akan menjadi aneh jika ada trader namun mengaku tidak pernah melakukan cut loss.

Hal ini disebabkan Cut Loss menjadi salah satu kunci berhasil tidaknya seorang trader dalam menjalankan trading plannya. 

Disisi lain Cut Loss juga mampu mengurangi tingkat resiko yang lebih besar akibat penurunan harga saham, dan juga membuat likuiditas seorang investor dalam akun sahamnya terjaga.

Likuiditas ini merupakan darah bagi para trader yang memiliki peranan yang sangat vital, sehingga ketika seorang trader mengalami kerugian pada saham ABCD dan ia melakukan cut loss sehingga tersedia dana di akun untuk kemudian mencari saham lainya yang berpotensi memberikan cuan.

Cara Menentukan Batas Toleransi Cut Loss Saham

Nah.. dari sini tahukan betapa pentingnya peranan cut loss dalam trading itu, tapi bagaimana jika ternyata kita tidak tahu bagaimana cara menentukan batas toleransi cut loss?

Berikut ini adalah panduan singkat mengenai cara menentukan batas toleransi cut loss pada sebuah saham.

Apa Itu Cut Loss

Cut loss adalah sebuah tindakan atau keputusan yang dilakukan para trader untuk mengamankan dana mereka dari potensi kerugian yang lebih besar akibat dari penurunan harga saham atau instrumen investasi keuangan lainnya.

Cut loss bisa juga dipahami sebagai tindakan atau keputusan menyelamatkan dana trading kita dari kerugian yang dapat melebihi dari batas yang bisa kita terima.

Cara Menentukan Batas Toleransi Cut Loss

Ada banyak cara menentukan batas toleransi cut loss, mulai dari menggunakan support dan resisten sampai menggunakan metode tertentu.

Berikut adalah beberapa cara menentukan batas toleransi cut loss
  • Support dan resisten terdekat
  • Fibonaci Retracement
  • Persentase dari harga beli
  • Jumlah tick dari harga beli
  • Moving Average (MA)
  • Dan lain-lain...
Pada kesempatan kali ini yang kita bahas hanya dua, karena ini dinilai cukup variatif antara satu trader dengan trader lainnya serta tidak ada aturan baku mengenai ini.

Cara Cut Loss Dengan Persentase

Cara cut loss menggunakan persentase ini terbilang cukup populer karena seringkali dalam sebuah forum ada yang bertanya "cut loss nya berapa persen ya" dan masih banyak lagi.

Menentukan batasan cut loss berdasaran persentase ini lebih ditentukan dengan style trading yang dipakai.

Bagi seorang swing trading, batasan cut loss pada umumnya antara 3-5%. Untuk trader harian alias scalping mereka memakai batas cut loss 1-3% tergantung dari volatilitas saham yang sedang diincar.

Sedangkan untuk trend following, batasan cut loss pada umumnya lebih dari 5% dari rata-rata harga beli.

Hal ini disebabkan oleh adanya kemungkinan harga akan kembali turun atau koreksi sehat sebelum melanjutkan kenaikan sehingga batas toleransinya diperlebar agar titik stop loss ini tidak mudah tersentuh oleh harga.

Salah satu trader yang menggunakan batasan cut loss lebih dari 5% adalah William J'Oneil yang menggunakan batasan cut loss sebesar 8% dari setiap trade yang ia pakai. Sedankan target pricenya adalah 25% atau lebih dari itu tergantung kekuatan trend pada saham tersebut.

Maka perlu diperhatikan tipe trader apa anda sebenarnya, sehingga anda bisa benar-benar menggunakan batasan cut loss yang bisa sesuai dengan diri anda.

Cara Cut Loss dengan Tick Harga Saham

Berbeda dengan cara menentukan batas cut loss menggunakan persentase, cara satu ini lebih pasti dan baku.

Pasti dalam artian batasan yang dipakai tidak perlu melakukan perhitungan serta pembulatan seperti yang terjadi pada cara sebelumnya.

Cara satu ini lebih praktis dipakai karena menggunakan sistem tick dimana setiap tick untuk setiap rentang harga berbeda.

Sebagai contoh, Bapak Andi membeli saham AKRA dan beliauakan melakukan Cut Loss jika harga turun lebih dari 3 tick dari harga belinya.

karena harga saham AKRA di rentang 2.000-5.000 maka kenaikan satu tick nya adalah 10, maka tiga tick yang dimaksud menjadi Rp 30.

Itu artinya pak Andi akan melakukan Cut Loss jika harga turun lebih dari Rp 30 per lembar sahamnya, tidak perduli apakah ada support terdekat atau garis MA.

Metode Cut Loss satu ini dinilai lebih praktis karena trader tidak harus melakukan perhitungan sebelum menentukan titik cut loss, karena hanya melihat berapa patokan tick yang harus ia pakai. itu saja.

Mana Yang Terbaik?

Dari kedua cara tersebut mana yang terbaik?

Tidak ada.

Anda harus menemukan mana yang terbaik untuk anda sendiri.

Karena style trader satu dengan yang lainnya berbeda, maka anda juga wajib mencoba mana yang pas untuk gaya trading anda.

Namun kalau untuk kemudahan dan kepraktisan dalam aplikasinya, maka cara menentukan batasan cut loss menggunakan tick harga saham adalah pilihan yang tepat.

Kesimpulan

Dari sekian banyak cara menentukan batas cut loss saham, trader wajib tahu mana yang terbaik untuk ia gunakan.

Satu-satunya cara adalah mencoba semuanya, dan perhatikan mana yang paling mudah dan nyaman anda gunakan serta cek kinerja trading anda untuk masing-masing metode penentuan batasan cut loss tersebut.

Selamat mencoba.