Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Melihat Perekonomian Indonesia Kuartal I 2021

Setahun berjalan Pandemi Covid-19 membuat banyak usaha menjadi semakin terhimpit, pertumbuhan ekonomi belum sebagus pra pandemi.

Kini dengan adanya berbagai kebijakan selama era pandemi, nampaknya perekonomian Indonesia belum sepenuhnya pulih.

Bahkan tercatat pertumbuhan perekonomian kita alias PDB dikuartal I 2021 tercatat masih negatif, sehingga perekonomian Indonesia masih dalam masa resesi sejak awal pandemi.

prospek ekonomi indonesia

Lalu bagaimana kondisi perekonomian Indonesia saat ini?

Dan bagaimana prospek ekonomi hingga akhir tahun mendatang?

Berikut kami sajikan data lengkap dan analisanya, semoga dapat membantu para pembaca.

Data yang kami sajikan untuk bahan analisa ini semua kami ambil dari situs tradingeconomics.com

Prospek Perekonomian Indonesia Setahun Masa Pandemi

Pertumbuhan PDB Idonesia Kuartal I 2021

Pertumbuhan PDB Indonesia pada kuartal I 2021 tercatat masih negatif dan ini memperpanjang masa resesi di Indonesia.

Pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2021 tercatat sebesar -0,74% berbanding terbalik dengan pertumbuhan pada kuartal I 2020 yang sebesar +2,97%.

Maka dengan ini Indonesia masih resmi dinyatakan dalam masa resesi.

Kabar baiknya adalah trend pertumbuhan PDB terus membaik dari waktu ke waktu sejak kuartal II 2020.

Meski tercatat masih negatif, namun nilainya terus mengecil, dan potensi mencatatkan pertumbuhan positif pada kuartal II 2021 ini cukup lebar karena berbarengan dengan adanya momen Ramadhan dan Idul Fitri.

Mengingat dua faktor tersebut, maka seharusnya di akhir tahun 2021 pertumbuhan Ekonomi Indonesia sudah mencatatkan positif meski tidak besar-besar amat.

prospek ekonomi indonesia
Data Pertumbuhan PDB Indonesia, Sumber Tradingeconomis.com
 

Tingkat Inflasi

Inflasi merupakan salah satu indikator yang mampu memberikan informasi perihal tingkat daya beli masyarakat karena adanya pergerakan kenaikan harga pada komoditas.

Meski inflasi tidak bisa digunakan begitu saja untuk mengukur hal ini, namun ketika inflasi mengalami penurunan itu berarti ada penurunan demand sedangkan supplay mengalami peningkatan atau tetap.

Selama tiga tahun terakhir, inflasi Indonesia pada dasarnya terkendali di area 3-4% setiap tahunnya. Namun dengan adanya pandemi ini, inflasi bergerak turun tajam  menandakan masyarakat menunda untuk spending sementara waktu.

Kini inflasi di kuartal I 2021 tercatat sebesar 1.42% dan ini tercatat masih lebih rendah dibandingkan dengan Oktober 2021.

Disisi lain catatan inflasi selama 4 bulan di tahun 2021 ini cukup rendah dan mendekati inflasi terendah di tahun 2020 pada bulan Agustus yang sebesar 1,32%.

prospek ekonomi indonesia
Data Inflasi Indonesia 1 Tahun Terakhir, Sumber Tradingeconomics.com

Catatan tersebut membuat dua tahun terakhir inflasi Indonesia sangat rendah dibandingkan periode 10 tahun terakhir.

Bisa dikatakan kondisi saat ini masyarakat Indonesia memiliki daya beli yang sangat rendah, hal ini bisa disebabkan berbagai faktor seperti tidak adanya pekerjaan akibat PHK, usaha yang kolaps, penundaan spending, dan masih banyak lagi.

Jika kondisi ini terus terjadi dan tidak ada recover dalam waktu dekat, kondisi perekonomia bisa jauh lebih parah.

prospek ekonomi indonesia
Inflasi Indonesia10 Tahun, Sumber Tradingeconomics.com

Suku Bunga Acuan

Disisi lain dengan tingkat inflasi yang tak kunjung naik, tingkat suku bunga juga terus turun dan saat ini nilainya di angka 3,5% selama 3 bulan terakhir ini.

Catatan suku bunga ini adalah yang terendah selama 10 tahun terakhir. Tentu dengan penurunan suku bunga ini dapat memaksa para pemilik dana untuk melakukan spending untuk mendorong tingkat produksi sehingga pertumbuhan ekonomi yang diinginkan dapat tercapai.

prospek ekonomi indonesia
Tingkat Suku Bunga BI selama 10 Tahun, Sumber Tradingeconomics.com

Tingkat Pengagguran

Pandemi yang disebabkan penyebaran virus Covid-19 ini mampu meningkatkan angka pengangguran di Indonesia dengan sangat pesat.

Hal ini bisa disebabkan seperti PHK masal, perusahaan mengalami kesulitan keuangan sehingga harus merumahkan sebagian besar pekerjanya, dan masih banyak lagi.

Namun yang paling banyak terjadi adalah peningkatan pengagguran ini mampu membuat pertumbuhan ekonomi lesu tak berdaya.

Pada Juli 2020 angka pengagguran di Indonesia meningkat hampir 2 kali lipat dibanding awal tahun 2020.

Tentu dengan lonjakan seperti itu menunjukkan adanya masalah pada pabrik-pabrik produksi tempat mereka bekerja seperti kesulitan finansial atau efisiensi.

Pada awal tahun 2021 penurunan angka pengangguran mulai terlihat meski belum signifikan. Tercatat angka pengguran masih diangka 6,26, dan angka ini hanya sedikit lebih baik dibandingkan tahun 2015 yang sebesar 6,18.

prospek ekonomi indonesia
Angka Pengangguran Indonesia, Sumber Tradingeconomics.com

Neraca Perdagangan

Saat ini tren neraca perdagangan Indonesia terus mengecil sejak masa pandemi dan belum ada pertanda akan kembali bergairah.

Selama masa pandemi ini neraca perdagangan Indonesia belum stabil, dan catatan terbaiknya ada di Oktober 2020 yang mana mampu meyentuh angka 3,57B USD.

Secara keseluruhan neraca perdagangan Indonesia memang mengalami peningkatan dalam beberapa tahun belakangan namun sayangnya transaksi itu lebih didominasi oleh impor dibandingkan ekspor.

Sehingga meski transaksi berjalan mennunjukkan trend positif, tapi efek yang diberikan pada pertumbuhan ekonomi tidak sebaik yang diharapkan.

prospek ekonomi indonesia
Data Neraca Perdagangan RI, Sumber Tradingeconomics.com

prospek ekonomi indonesia
Transaksi Berjalan RI, Sumber Tradingeconomics.com

Cadangan Devisa

Uniknya, selama masa pandemi ini cadangan devisa RI terus meningkat ditengah lesunya perekonomiann regional dan global.

Tercatat cadev RI di bulan April 2021 sebesar USD 138,8 miliar meningkat dibanding cadev di bulan Maret 2021 yang sebesar USD 137,1 miliar.

Cadev tersebut dinilai mampu membiayai keperluan transaksi luar negeri selama 10 bulan, dan ini berada diambang batas minimal yang sebesar 3 bulan.
 
Sayangnya peningkatan cadangan devisa ini dibarengi dengan meningkatnya utang pemerintah yang berarti cadev saat ini didominasi oleh utang luar negeri pemerintah.

prospek ekonomi indonesia
Cadangan Devisa RI, Sumber Tradingeconomics.com

Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK)

Indeks kepercayaan konsumen adalah indikator yang dibuat untuk mengukur tingkat optimisme atau pesimisme konsumen terhadap kondisi perekonomian sebuah negara.

Saat ini IKK Indonesia menunjukkan pelemahan yang sangat berarti semenjak adanya pandemi ini. Tentu saja hal ini bisa dimengerti karena masyarakat yang menahan spending atau masyarakat yang terkena PHK sehingga secara perekonomian keluarga saat ini sedang mengalami kesulitan.

Secara teknikal memang ada potensi perbaikan untuk IKK ini, namun selama angka IKK tidak terus naik bisa dipastikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak banyak bergerak.

Hal ini dikarekanakan pertumbuhan ekonomi Indonesia selama ini lebih ditpang oleh tingkat konsumsi masyarakat.

prospek ekonomi indonesia
IKK Indonesia, Sumber Tradingeconomics.com

Nilai Tukar Rupiah

Saat ini nilai tukar rupiah telah stabil di angka Rp 14.000/USD sehingga dengan stabilitas rupiah dapat mempermudah para pelaku bisnis untuk melakukan perencanaan terutama dalam mengatur resiko kurs mata uang.

prospek ekonomi indonesia
Nilai Tukar Rupiah Terhadap USD, Sumber Tradingeconomics.com

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)

Sejak puncak kejatuhan IHSG pada awal Pandemi di Bulan Maret 2020, kini IHSG sudah berada diarea resist kuatnya sehingga ruang gerak IHSG saat ini sudah menyempit untuk kembali naik.

Kenaikan IHSG pada kala itu terjadi karena adanya investor baru yang mencoba peruntungan di bursa untuk meraih cuan, selain itu memang kondisi bursa regional dan global juga mengalami bullish atau recover dari kejatuhan karena Covid-19 ini.

Kini pergerakan IHSG tidak se-volatil sebelumnya dan ruang kenaikannya menyempit, sehingga untuk mendapatkan cuan di bursa juga cukup sulit pada akhir-akhir ini.

Tentu hal ini wajar mengingat bursa telah naik gila-gilaan dalam waktu yang sangat singkat. Dan kini sudah waktunya bagi indeks untuk kembali menata diri untuk naik atau turun kedepannya.

Selama data perekonomian belum menunjukkan hal yang berarti sesuai harapan, maka indeks pun tidak akan banyak mengalami kenaikan.

Apalagi kondisi saat ini yang berada dekat dengan resisten kuatnya, sulit bagi IHSG untuk break resisten selama tidak ada dorongan fundamental yang cukup kuat dari dalam negeri.

prospek ekonomi indonesia
Pergerakan IHSG, Sumber Tradingeconomics.com