Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Menakar Arah IHSG Mei 2021

IHSG akhir-akhir ini sangat tidak bersahabat terutama bagi para trader. Bagaimana tidak? trend yang terbentuk saat ini adalah downtrend dan ini merupakan fase yang sulit bagi para trader untuk mencetak uang di bursa.

Fase ini sudah terjadi sejak Januari 2021 yang artinya sudah berlangsung selama kurang lebih 4 bulan, dan tentu fase down selama kurun waktu tersebut terasa sangat lama karena kita para trader sulit menghasilkan uang setidaknya untuk ngopi bareng temen.

Pada perdagangan 17 Mei 2021 IHSG breakdown dengan bentuk candle bearsih engulfing yang artinya penurunan pada saat itu benar-benar menunjukkan kekuatan downtrend.

Menakar Arah IHSG Mei 2021


Sampai kapan ini akan berlangsung?

Apakah dalam beberapa bulan kedepan para trader akan kesulitan mencetak cuan?

Berikut ulasan dan prediksi arah IHSG setelah berhasil breakdown dari trendlinenya.

IHSG Resmi Mematahkan Trendline

Masalah utama IHSG sebenarnya sudah terlihat sejak akhir Desember 2020, kenaikan yang masih dalam waktu yang relatif singkat tanpa adanya fundamental yang bagus akan membuatnya jatuh dalam waktu yang tidak lama.

Kondisi ini nampaknya benar terjadi, euforia IHSG pada akhir 2020 karena banyaknya fresh money yang masuk ke bursa membuatnya banyak diburu investor "baru" yang tanpa banyak pengetahuan langsung cuss beli dan menghasilkan cuan.

Tidak ada masalah berarti pada saat itu, bahkan banyak sekali muncul influencer yang terus-terusan mempromosikan saham dan ini bagus.

Sayangnya edukasi berkelanjutannya tidak ada, bahkan setelah saham mulai menunjukkan penurunan banyak yang pindah ke cryptocurrency yang dianggap mampu memberikan cuan yang berlimpah.

Ingatlah bahwa setiap yang naik bakal turun, setiap yang terang bakal menuju kegelapan.

Semua hanya soal kapan.

Saya pernah mengulas tentang perekonomian Indonesia di kuartal I 2021, anda bisa membacanya di Melihat Perekonomian Indonesia Kuartal I 2021.

Disana anda akan menemukan beberapa fakta menarik salah satunya adalah kenaikan cadangan devisa ditengah lesunya perdagangan dunia.

Seharusnya ketika cadangan devisa mengalami kenaikan maka bisa menjadi sentimen positif yang kuat sehingga dapat sedikit mengerek kenaikan IHSG.

Namun faktanya tidak.

IHSG malah justru turun terus dan kini resmi mematahkan trendline yang telah terbangun medio 2020 kemarin.

Anda bisa melihat chart indeks dibawah ini

Menakar Arah IHSG Mei 2021
Sumber : Tradingview

Untuk melihat perkembangan terbaru IHSG, anda bisa melihatnya via Tradingview atau online trading anda.

Berdasarkan data RTI selama 3 bulan terakhir asing telah keluar dari bursa kurang lebih sebesar Rp 5 triliun sedangkan big money dari dapen serta bpjs saat ini alokasinya semakin sedikit apalagi setelah banyaknya kasus yang bermunculan akibat dana pensiuan yang berinvestasi di bursa saham.

Sebut saja Jiwasraya dan Asabri.

Sehingga hal ini bisa menjadi salah satu alasan mengapa IHSG saat ini tidak menarik, ya karena tidak ada big money yang masuk untuk mendorong pembelian di bursa, sedangkan banyak dana trader atau investor yang mengalami "nyangkut" dan terkunci.

Sampai Kapan IHSG Downtrend?

Ini pertanyaan yang menarik.

Namun jawabannya adalah tidak ada yang tahu.

Akan tetapi sebagai seorang trader kita setidaknya bisa melakukan analisa untuk memprediksi kemana arah bursa kedepan.

Dilihat dari sisi teknikal, IHSG saat ini memang sudah patah trend dan memasuki fase downtrend jangka menengah.

Namun ada "potensi" pattern bearsih yang bisa terbentuk, dan jika benar-benar terbentuk maka fase bearish IHSG bakal lebih lama lagi.

Pola yang terlihat adalah double top dan ini cukup mengganggu pemandangan chart.

Meski sebenarnya melihat potensi pattern ini sulit terbentuk karena fase kurva kedua yang cukup lama, namun sebagai trader setidaknya kita harus waspada.

Support terbaik IHSG saat ini ada diarea 5700an, yang mana jika ini tertembus maka pattern double top tersebut terbentuk dan fase downtrend menjadi lebih panjang dari sebelumnya.

Untuk jangka menengahnya, IHSG berpotensi menyentuh level 5500 yang merupakan level psikologis dan juga menjadi area support saat ini yang dinilai cukup kuat.