Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Saham BCA : Profil, Sejarah, Harga dan Cara Beli Saham BCA

Saham BCA merupakan salah satu saham blue chip di Bursa Efek Indonesia yang bisa anda beli untuk investasi dimasa depan.

Memiliki saham BCA sebagai alat investasi merupakan pilihan yang tepat, hal ini dikarenakan saham BCA atau yang memiliki kode saham BBCA merupakan perusahaan yang memiliki rekam jejak terbaik.

Sebagai salah satu perusahaan yang memiliki market kapitalisasi terbesar di Indonesia, maka sudah sewajarnya masyarakat Indonesia berinvestasi di saham BBCA.

cara beli saham bca
Memiliki reputasi yang bagus, merk dagang yang kuat, kekuatan brand yang bagus, kinerja keuangan yang jempolan, harga saham yang terus naik dan manajemennya memiliki GCG yang top, maka saham BCA sudah sewajarnya menjadi perusahaan hebat yang harus kita miliki sahamnya.

PT Bank Central Asia Tbk alias Bank BCA ini memiliki bisnis utama di lini perbankan yang mengedepankan kemudahan transaksi untuk para nasabahnya.

Maka tidak heran jika di berbagai merchant tempat kita belanja, selalu ada mesin EDC disana yang siap melayani pembayaran via kartu debit atau kredit Bank BCA.

Kemudahan dalam bertransaksi itulah yang membuat Bank BCA benar-benar menguasai pangsa pasar perbankan di Indonesia.

Harga Saham BCA 20 Tahun

harga saha bca 10 tahun
Sumber : Tradingview.com

Bank BCA sendiri terdaftar di BEI pada tahun 2000 atau 3 tahun sebelum Bank BRI mencatatkan sahamnya.

Kinerja harga saham BCA selama 20 tahun terakhir (2000-2021) menunjukkan hasil yang luar biasa dimana sampai saat ini harga sahamnya telah melonjak sebesar 20 kali lipat dibanding harga IPO nya.

Saham BCA sendiri tidak pernah melakukan stock split maupun right issue, sehingga mulai dari awal IPO sampai saat ini saham beredarnya tetap tidak berubah sama sekali.

Profil dan Sejarah Saham BCA

Bank BCA beroperasi sejak tahun 1956 sebagai perusahaan Bank Umum, itu artinya Bank BCA telah berusia 65 tahun di 2021 ini.

Tentu usia selama itu tidak serta merta dijalani dengan mudah, Bank BCA sendiri pernah mengalami persoalan yang sangat sulit di tahun 1998-1999 saat krisis moneter melanda Indonesia.

Pada tanggal 11 Mei 2000 untuk pertama kalinya saham Bank BCA tercatat di Bursa Saham dan memiliki kode saham BBCA.

Pada saat pertama kali IPO harga saham yang ditawarkan adalah Rp 1.400 per lembarnya dengan perolehan dana sebesar Rp 927 miliar.

PT Bank Central Asia Tbk sendiri memiliki banyak lini bisnis yang digarap selain perbankan yaitu asuransi, investasi, reksadana, dan pembayaran.

Daftar Pemegang Saham BCA

Pemegang saham BCA sendiri mayoritas masih dipegang oleh PT Dwimuria Investama Andalan dan sisanya dimiliki oleh publik, termasuk anda yang telah memilikinya.

Berikut daftar pemilik saham BCA
  • PT Dwimuria Investama Andalan (P)  =>  54,94%
  • Masyarakat atau Publik  =>  45,06%

Aset Saham BCA

Sampai pada artikel ini saya tulis total aset Bank BCA tembus lebih dari Rp 1000 triliun dengan  ekuitas sebesar Rp 178 triliun dan liabilitas Rp 911 triliun.

Dengan nilai liabilitas sebesar itu menunjukkan bahwa dana pihak ketiga (tabungan masyarakat dan perusahaan) sangat banyak dan mereka percaya kepada Bank BCA sebagai tempat penyimpanan dana yang aman untuk uang mereka.

Disisi lain dengan tingginya dana piha ketiga membuat Bank BCA mudah untuk menyalurkannya melalui produk pinjaman individu maupun bisnis yang mereka miliki.

Dengan begitu potensi Bank BCA meraup keuntungan menjadi lebih besar dan ini tentu positif bagi perkembangan perusahaan dimas amendatang.

Anak Usaha Bank BCA

Sebagaimana umumnya perusahaan besar, Bank BCA juga memiliki anak usaha untuk menjalankan berbagai lini bisnis di industri keuangan seperti asuransi, investasi, reksadana, kredit kendaraan bermotor dan masih banyak lagi.

Dan berikut daftar anak usaha Bank BCA
  1. BCA Finance Limited
  2. PT Asuransi Jiwa BCA
  3. PT Asuranasi Umum BCA
  4. PT Bank BCA Syariah
  5. PT Bank Royal Indonesia
  6. PT BCA Finance
  7. PT BCA Sekuritas
  8. PT Central Capital Ventura
  9. PT Central Santosa Finance

Dividen Saham BCA

Meski sebagai perusahaan ternama dan dimiliki swasta, namun Bank BCA merupakan salah satu perusahaan yang rutin membagikan dividennya.

Itulah salah satu alasan mengapa Saham BBCA sangat layak untuk dijadikan alat investasi.

Selama tiga tahun terkahir, Dividen Payout Ratio (DPR) saham BCA berkisar 30-40% dari total laba bersih yang dihasilkan.

Tentu angka tersebut cukup besar karena hampir separuh laba yang dihasilkan dibagikan kepada para pemegang saham.

Dengan rutinnya pembagian dividen tersebut menunjukkan bahwa pihak manajemen berpihak kepada para investornya dan selalu menjaga hubungan baik antara investor dan pihak manajemen perusahaan dan ini akan berakibat positif pada masa depan perusahaan.

Meski DPR atau Dividen Payout Ratio terllihat sangat besar, namun Dividen Yield nya cukup kecil yakni berkisar 1-2% dari harga saham sebelum Exdate.

Hal ini sebenarnya wajar saja karena harga saham BCA terus naik tinggi seiring dengan bertumbuhnya kinerja keuangan perusahaan.

Market Kapitalisasi Bank BCA

Saham BBCA merupakan pemimpin market kapitalisasi di Bursa Efek Indonesia dengan nilai lebih dari Rp 744 triliun diatas saham BBRI yang hanya Rp 468 triliun.

Market kapitalisasi ini juga bisa menunjukan bahwa market atau investor sangat mempercayai Bank BCA sebagai tempat mereka menyimpan dana mereka untuk terus tumbuh bersama dengan tumbuhnya bisnis perusahaan.

Market kapitalisasi bisa juga menunjukan kalau mereka adalah pemimpin di pasar saham bagi para saham-saham lainnya, sehingga dengan kapitalisasi paling besar inilah bisa dikatakan saham BCA adalah pemimpin para saham-saham di BEI.

Produk BCA

Sejak berdiri Bank BCA fokus pada industri perbankan dengan layanan simpanan dan pinjaman. Namun seiring berjalannya waktu, layanan terus dikembangkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan perbankan para nasabahnya.

Beberapa produk Bank BCA selain simpanan dan pinjaman adalah Wealth Management dan uang elektronik serta kartu kredit.

ketiga produk tersebut bisa dibilang cukup sukses meningkatkan pendapatan Bank BCA, sehingga pendapatan perusahaan dapat disokong dari berbagai layanan sekunder mereka.

Berikut adalah produk Bank BCA yang harus anda ketahui:
  1. Produk Simpanan Individu
    • Tahapan BCA
    • Tahapan Xpresi
    • Tahapan Berjangka
    • Simpanan Pelajar
    • Tapres
    • TabunganKu
    • LAKU
    • BCA Dollar
    • Deposito Berjangka
    • e-Deposito
    • Tahapan Gold
  2. Produk Simpanan Bisnis
    • BCA Dollar
    • Deposito Berjangka
    • Giro
    • Tahapan Gold
  3. Produk Pinjaman Individu
    • Kredit Pemilikan Rumah
    • Kredit Sepeda Motor (KSM)
    • Kredit Kendaraan Bermotor
  4. Produk Pinjaman Bisnis
    • Kredit Usaha
    • Kredit Investasi
    • Kredit Usaha Rakyat
  5. Produk Wealth Management
    • Asuransi
    • Reksadana
    • Obligasi
    • Rekening Dana Nasabah (Investor Saham)
  6. Produk Pembayaran BCA
    • EDC BCA
    • Payment Link
    • QRIS Bisnis
  7. Uang Elektronik
    • DUITT
    • Flazz
    • Sakuku
  8. Produk Kartu Kredit
    •  BCA Everyday Card
    • BCA Card Platinum
    • BCA Smartcash
    • BCA Singapore Airlines KrisFlyer Signature
    • BCA Visa Batman
    • BCA Visa Black
    • BCA Visa Corporate
    • BCA Singapore Airlines KrisFlyer PPS
    • BCA Singapore Airlines KrisFlyer Infinite
    • BCA Mastercard Black
    • BCA Mastercard Platinum
    • BCA JCB Black
    • BCA UnionPay
    • BCA American Express Platinum

Cara Beli Saham BCA

Cara beli saham BCA bisa dilakukan oleh siapapun selama telah memiliki akun rekening saham di perusahaan sekuritas.

Saya memiliki beberapa tips untuk anda seperti berikut :
Selain daftar tips dan panduan diatas, anda juga bisa membaca ulasan dan analisa kami  untuk berbagai saham potensial lainnya disini.

Kembali lagi pada pembahasan cara beli saham BBCA, berikut adalah panduan lengkap cara beli saham BBCA
  1. Siapkan akun sekuritas anda
  2. Lakukan analisa saham BCA via aplikasi online trading atau aplikasi lainnya
  3. Buat perencanaan investasi atau trading plan
  4. Eksekusi saham BCA (Buy)
  5. Monitor perkembangannya dan lakukan evaluasi

Cara beli saham BCA sebenarnya mudah saja, yang cukup sulit adalah menata psikologi kita serta melakukan eksekusi pada trading plan kita terutama saat harga bergerak tidak sesuai yang kita harapkan.